
Cut Tari. (Foto: Elang Riki/okezone)
"jadi begini loh, khusus untuk Cut Tari , ada perkembangan terbaru dan itu terjadi, sekitar sebulan lalu. Penyidik sudah pasrah menyerah, menyangkut Cut Tari dengan UU Pornografi," papar Hotman ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (14/10/2010).
Berkas yang dikembalikan (P-19) oleh kejaksaan untuk dilengkapi oleh penyidik, diberi petunjuk agar penyidik menggunakan undang-undang darurat.
"Jadi ada perubahan sangkaan dari Pasal 29 undang-undang pornografi digantikan dengan undang-undang darurat tahun 1951 yang diberlakukan sewaktu Indonesia masih serikat," jelasnya.
Hotman menambahkan hal ini merupakan lelucon yang dibuat oleh penegak hukum negeri ini. Pasalnya, undang-undang terbaru tidak bicara tentang hukum adat. "Undang-undang darurat itukan bicara tentang hukum adat," tukasnya.
Hotman mengaku bingung, karena undang-undang darurat automatis tidak berlaku, setelah Indonesia kembali kepada undang-undang dasar 1945. menurutnya, Cut Tari lolos dari jeratan UU Pornografi.
"Yang dipakai adalah pasal 282 KUHP sama UU Darurat 1951. ancamannya tinggi, dari tiga bulan sampai sembilan tahun. Itu sudah resmi di BAP (berita acara pemeriksaan)," pungkas Hotman.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Babul Khoir SH menjelaskan berkas perkara Ariel, Cut Tari , dan juga Luna Maya dikembalikan untuk ketiga kalinya kepada penyidik Mabes Polri. Pasalnya, kasus ini ada perbuatan, tetapi tidak ada bukti. Sehingga, sulit untuk dilanjutkan ke tingkat penuntutan.
Jaksa meminta penyidik melengkapi bukti lokasi tempat kejadian perkara. Oleh sebab itu, Ariel dan Cut Tari bakal dikonfrontir, karena keterangan berbeda. Cut Tari mengakui ada perbuatan tersebut, namun lupa lokasi. Sementara Ariel membantah, apalagi mengetahui lokasi kejadian perkara.
I Love you Full